 |
|
Who's Online
|
Saat ini ada, 7 tamu 0 member yang sedang online.
Anda bukan member. Silakan daftar di sini, gratis! |
|
|  |
7 PERAMPOK TEWAS DITEMBAK POLISI
|
Dipublikasi pada Tuesday, 07 October 2008 oleh admin_blt |
|
Tujuh pelaku perampokan yang sering meresahkan
warga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pukul 00.15 WIB, kemarin
(23/9) tewas saat baku tembak dengan aparat Polres OKI. Mereka
melakukan perlawanan saat penggerebekan di pondok sawah Desa Dabuk
Rejo, Kecamatan Lempuing.Salah seorang pelaku bahkan sempat menusukkan
senjata tajam (sajam) miliknya ke lengan kiri anggota polres, Brigadir
Wiwinsyah. Ketujuh pelaku yang tewas masing-masing, Agus Wibisono alias
Tukul (39), warga desa Purbolinggo Lampung Timur.Berikut, Yunatan alias
Yunet (30), warga Desa Margo Mulyo Belitang, OKUT; Hartono alias Har
(23), warga Desa Srijaya Belitang, OKUT; Edi alias Pendek (24), warga
Desa Kemuning Belitang, OKUT. Lalu, Mujiono (26), warga Desa Sumber
Sari Belitang, OKUT; Saliman (35), warga Sumber Agung Belitang, OKUT;
Supras (27), warga Margomulyo Belitang, OKUT. Pengintaian terhadap para perampok yang sering melakukan
aksi dengan kekerasan itu sudah lama dilakukan. Nah, saat malam
kejadian, seluruh pelaku tengah berkumpul di pondok tempat mereka biasa
menyusun strategi perampokan.
Anggota gabungan Unit Jatanras Satuan Reskrim Polres OKI dipimpin Ipda
Zendarto dibantu anggota Polsek Lempuing bergerak mendekati pondok.
Mengetahui “sasaran” berada di dalam pondok, aparat mengeluarkan
tembakan peringatan ke atas sebanyak tiga kali.
Kaget, kawanan perampok langsung melakukan perlawanan. Mereka membalas
tembakan peringatan dengan tembakan. Petugas langsung mengambil langkah
penyisiran TKP dengan ekstrahati-hati.
Sekitar 20 menit dari
tembakan balasan para perampok, tidak ada lagi tembakan lainnya.
Petugas langsung mendekati pondok. Saat itulah, seorang pelaku yang
membawa sajam berhasil menusuk lengan kiri Brigadir Wiwinsyah.
Melihat
ada anggotanya yang terkena tusukan, anggota lain langsung menembak
pelaku yang belum lumpuh tersebut. Baku tembak pun terjadi hingga
ketujuh pelaku tidak berkutik alias tewas di tempat.
Petugas
kemudian mengamankan barang bukti (BB) berupa tujuh pucuk senjata api
rakitan jenis revolver, amunisi jenis FN 30 butir, dan amunisi jenis
revolver 5 butir. Kemudian selongsong amunisi FN, empat buah sepeda
motor, dan empat bilah senjata tajam berupa sabit, sangkur, dan parang.
“Komplotan perampok ini sangat ganas terhadap korbannya. Aksi yang
dilakukan tidak kenal siang atau malam. Dengan mendobrak rumah atau
mencegat kendaraan di jalan. Apabila korban melakukan perlawanan,
mereka tidak segan menembak atau melukainya dengan senjata tajam,”
tegas Kapolres OKI, AKBP Drs Yudhi Faizal SH MH didampingi Wakapolres
Kompol M Rendra Salipu SIK dan Kasat Reskrim AKP Yury Nurhidayat SIK
kepada wartawan, kemarin.
Catatan laporan curas, menurut Kapolres,
ketujuh pelaku sudah melakukan 16 tindak kejahatan. Terakhir, korbannya
Damanhuri, kepala SD Pematang Jaya Mesuji terpaksa harus kehilangan
motor kesayangannya.
Kejadian teranyar 7 September 2008, korban
Siswati, kepala SDN 2 Pematang Jaya, Mesuji, menjadi bulan-bulanan
ketujuh perampok. “Korban Siswati kehilangan uang tunai Rp8 juta dan 5
unit HP,” kata Kapolres lagi.
Dikatakan, lima dari tujuh pelaku
merupakan kelompok Saibi Cs dan Sultan Cs. “Semua pelaku tewas saat
baku tembak dengan petugas,” tandas Kapolres
Sumber : Harian Sumatera Ekspress
|
| |
|
Nilai Berita
|
Rata-rata: 0 Pemilih: 0
|
|
|